<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Beberapa Bantahan Syubhat Ahmadiyah</title>
	<link>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 02:53:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: ella</title>
		<link>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-257</link>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2005 14:59:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-257</guid>
					<description>Memang banyak orang yang bernama ahmad, tapi kenapa hanya Hz Mirza Ghulam ahmad yang berani mengaku sebagai nabi ya?

Kalau melihat buku-buku yang sudah dihasilkan, saya yakin Ghulam Ahmad juga paham mengenai hukum apabila seseorang mengaku menjadi nabi padahal tidak. 

Pernah baca buku-bukunya?

Sebelum nyawa sampai ke tenggorokan, 
apakah tidak lebih baik mencari tahu dan memahami kebenaran?
Sepakat...
Tapi tentunya kebenaran yang tidak subjektif.
Sebab bila ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, alangkah baiknya bila kitapun melihat dan mencari tahu secara proporsional, adil, lengkap dan terpercaya..
Selain tentunya berserah diri dan memohon petunjuk kepada Sang Maha Pemberi Petunjuk...

Seorang pembawa pesan hanyalah melaksanakan tugas dari sipemberi pesan.
Sungguhpun tidak menjadi masalah bila pesan tersebut tidak diterima oleh orang-orang yang dituju.
Paling jauh yang bisa dilakukannya adalah mengadu pada si empunya pesan tersebut.
Dan dialah yang akan menentukan apa yang akan dilakukan kepada orang yang menolak pesannya.


Oiya, sejauh yang saya pahami, Mirza Ghulam ahmad tidak meninggal dunia di WC kok,
Beliau memang meninggal karena sakit, tapi Beliau meninggal dalam keadaan normal.

Semoga dapat menjadi bahan renungan.
Salam
ella




Sesungguhnya kebenaran tentu akan menang..
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Memang banyak orang yang bernama ahmad, tapi kenapa hanya Hz Mirza Ghulam ahmad yang berani mengaku sebagai nabi ya?</p>
	<p>Kalau melihat buku-buku yang sudah dihasilkan, saya yakin Ghulam Ahmad juga paham mengenai hukum apabila seseorang mengaku menjadi nabi padahal tidak. </p>
	<p>Pernah baca buku-bukunya?</p>
	<p>Sebelum nyawa sampai ke tenggorokan,<br />
apakah tidak lebih baik mencari tahu dan memahami kebenaran?<br />
Sepakat&#8230;<br />
Tapi tentunya kebenaran yang tidak subjektif.<br />
Sebab bila ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, alangkah baiknya bila kitapun melihat dan mencari tahu secara proporsional, adil, lengkap dan terpercaya..<br />
Selain tentunya berserah diri dan memohon petunjuk kepada Sang Maha Pemberi Petunjuk&#8230;</p>
	<p>Seorang pembawa pesan hanyalah melaksanakan tugas dari sipemberi pesan.<br />
Sungguhpun tidak menjadi masalah bila pesan tersebut tidak diterima oleh orang-orang yang dituju.<br />
Paling jauh yang bisa dilakukannya adalah mengadu pada si empunya pesan tersebut.<br />
Dan dialah yang akan menentukan apa yang akan dilakukan kepada orang yang menolak pesannya.</p>
	<p>Oiya, sejauh yang saya pahami, Mirza Ghulam ahmad tidak meninggal dunia di WC kok,<br />
Beliau memang meninggal karena sakit, tapi Beliau meninggal dalam keadaan normal.</p>
	<p>Semoga dapat menjadi bahan renungan.<br />
Salam<br />
ella</p>
	<p>Sesungguhnya kebenaran tentu akan menang..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dbudi</title>
		<link>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-184</link>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2005 08:42:05 +0100</pubDate>
		<guid>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-184</guid>
					<description>Posting yang bagus, betul² memberikan pencerahan.

Salam kenal
Budhi</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Posting yang bagus, betul² memberikan pencerahan.</p>
	<p>Salam kenal<br />
Budhi
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dedenf</title>
		<link>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-152</link>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2005 02:45:38 +0100</pubDate>
		<guid>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-152</guid>
					<description>Tulisan yang bagus!, saya termasuk pembenci ahmadiyah, menurut saya mereka itu lelucon yang terlalu dibuat2.
kal ogak salah mereka juga menghapus ayat 2 dari yaasin, tapi langsung ke ayat tiga, &quot;innakalaminal mursaliin&quot; ka dari 'kap' nya ini dhomirnya langsung ke ghulam ahmad!.
that's dumb!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Tulisan yang bagus!, saya termasuk pembenci ahmadiyah, menurut saya mereka itu lelucon yang terlalu dibuat2.<br />
kal ogak salah mereka juga menghapus ayat 2 dari yaasin, tapi langsung ke ayat tiga, &#8220;innakalaminal mursaliin&#8221; ka dari &#8216;kap&#8217; nya ini dhomirnya langsung ke ghulam ahmad!.<br />
that&#8217;s dumb!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Imponk</title>
		<link>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-151</link>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2005 15:45:42 +0100</pubDate>
		<guid>http://tumpah.blogsome.com/2005/08/04/beberapa-bantahan-syubhat-ahmadiyah/#comment-151</guid>
					<description>nice posting :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>nice posting <img src='http://tumpah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
