Tumpahan PikiranFebruary 12, 2005 5:02 pm

Berlebihan dalam bergaul adalah penyakit parah yang menyebabkan segala maksiat.Berapa banyak kenikmatan yang dihilangkan oleh percampuran dan pergaulan ? Berapa banyak permusuhan yang ditanamkan oleh pergaulan ? Berapa banyak pergaulan menanamkan di dalam hati pengaruh-pengaruh yang dapat menghancurkan gunung yang kukuh, sedangkan pengaruh tersebut di dalam hati tidak dapat hilang ? Maka, di dalam pergaulan yang berlebihan terdapat kerugian dunia dan akhirat. Hendaknya seorang hamba hanya mengambil pergaulan sekadar kebutuhan dan menjadikan manusia di dalam pergaulan itu menjadi 4 bagian. Bila salah satu bagian bercampur dengan bagian lainnya, dan tidak membedakan basgian-bagian itu, maka akan masuk di dalamnya kejahatan.
(more…)

Tumpahan Pikiran 5:02 pm

Kebudayaan berkembang dari bermacam-macam hal yang semuanya diciptakan oleh manusia. Diawali dari cara, kebiasaaan dan berkembang lebih lanjut menjadi tata kelakuan yang akan mencerminkan sikap hidup. Ketiga tahap tersebut diakhiri dengan terbentuknya adat dan budaya yang merupakan tata kelakuan yang akan relatif tetap dan kuat. Televisi sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki peran yang besar dalam membentuk dan mengembangkan budaya masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh televisi dibandingkan media massa lainnya (koran dan radio). Namun kelebihan inilah juga memiliki kesempatan yang besar untuk menjatuhkan dan meruntuhkan kebudayaan nasional.
(more…)

TBC 4:38 pm

Tulisan ini merupakan makalah yang disampaikan oleh Prof. Hasanu Simon dan telah mendapat izin dari beliau untuk disebarluaskan. Terlepas dari kelemahan-kelemahan yang mungkin masih ada di dalam makalah tersebut, tentunya ini merupakan usaha yang patut didukung oleh da’i-da’i Islam yang lurus dan benar manhajnya.

Penyelenggara mengundang tiga orang pembicara yangmemang cukup berkompeten pada bidang tersebut bahkan merupakan ahlinya, yaitu Dr. Damarjati Supajar, Dr. Abdul Munir Mulkhan (pengarang buku tersebut) dan Prof. Hasanu Simon (guru besar sosiologi kehutanan dan lingkungan UGM).
(more…)